Bursa Regional Mulai Pulih, Investor Harus Tetap Waspada

Bursa Regional Mulai Pulih, Investor Harus Tetap Waspada

- detikFinance
Rabu, 23 Jan 2008 08:38 WIB
Jakarta - Keputusan darurat Bank Sentral AS (The Fed) berhasil 'menghijaukan' kembali bursa saham regional. Namun investor masih tetap harus hati-hati karena kondisi pasar saham yang masih sangat bergejolak.

Pada perdagangan Rabu (23/1/2008), bursa saham di Asia sudah mulai pulih setelah pada perdagangan kemarin terjerembab hingga ke level terburuknya. Termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI yang sempat terpangkas lebih dari 10%.

Bursa saham Asia yang menguat antara lain Nikkei-225 naik hingga 3,7%, KOSPI naik 2,83%, S&P/ASX naik 6,5%, Straits Times naik 3,43%.

Keputusan The Fed menurunkan suku bunga kunci 75 basis poin menjadi 3,5% disambut baik oleh para investor. Mereka merasa lega meski masih khawatir soal kemungkinan resesi di dunia.

"Keputusan The Fed pastinya membuat investor kembali membeli saham," ujar Seiichi Suzuki, analis dari Tokai Tokyo Securities seperti dikutip dari AFP.

"Arah kenaikan  harga saham diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir perdagangan di Tokyp. Namun itu tidak berarti masalah yang berhubungan dengan krisis kredit di AS dan ketakutan akan terjadinya resesi di AS akan sirna," imbuhnya.

Kondisi serupa diperkirakan akan terjadi di lantai Bursa Efek Indonesia. Investor akan kembali memburu saham yang sudah terdiskon cukup besar meski masih tetap hati-hati karena trauma atas anjloknya pasar saham kemarin.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG mengalami penurunan sekita 19% dalam 3 hari berturut-turut. Langkah emergency The Fed tadi malam untuk memotong interest rate sebesar 75 bps menjadi sentimen kuat bagi pasar regional (termasuk IHSG) untuk rebound pada hari ini,setelah mengalami penurunan terdalam dalam 5 tahun terakhir. Pagi ini, Nikkei bergerak naik +3.42% sebagai respon positif atas langkah The Fed tersebut. Kami rekomendasikan trading beli jangka pendek untuk saham bluechip yang sudah oversold. Disisi lain, para investor tetap berhati-hati ketidakstabilan pasar global untuk beberapa waktu mendatang. Kisaran support-resistance 2.305-2.408.

Trading buy: PGAS, UNTR, INCO, SGRO

Optima Investama:

Pelemahan bursa utama Asia hingga lebih dari 5% membuat panik selling investor domestik sehingga membuat efek bola salju yang makin menekan indeks mendekati level 2.300. Disamping itu investor yang kena margin call sehingga force sell dan praktik naked short sell ditengarai makin memperlemah indeks.  Sentimen negatif  lain yakni BoJ masih tetap mempertahankan suku bunga di level 0,5% sehingga belum mampu memberi sentimen positif ke pasar Asia.Sampai hari Kamis mendatang, bursa AS belum ada data ekonomi penting sehingga masih ada harapan indeks untuk rebound. Indeks diperkirakan masih volatile dengan kisaran .2120-2.340 dengan saham pilihan: BUMI, UNTR, UNSP, ANTM dan PGAS.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads