"Kenapa kita tetap optimis, karena kupon yang kita berikan fix. Jadi kalau BI Rate diturunkan menyusul penurunan suku bunga The Fed pun kita tetap bisa mempertahankan tingkat suku bunga kita," ujar direktur utama ASF, Benny Tjoeng, usai jumpa pers di hotel Mulia, Jl Asia Afrika, Jakarta, Rabu (23/1/2008).
Pada Selasa (22/1/2008), The Fed menurunkan suku bunganya sebanyak 75 basis poin menjadi 3,5%. Benny memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan menyusul dengan menurunkan BI Rate.
"Tapi saya kira BI Rate tidak akan turun, karena BI masih harus mempertimbangkan tingkat exchange rate dan inflasi ke depannya," jelas Benny.
Selain itu, sikap optimisme ASF juga didukung oleh beberapa alasan. Benny mengatakan ada 3 hal yang mendukung sikap tersebut.
"Pertama, market otomotif masih bagus. Kedua, interest tingkat suku bunga cenderung menurun, sehingga mendorong orang beli kendaraan dengan kredit. Ketiga, suasana persaingan yang memicu pada kualitas dan efisiensi," tutur Benny.
Saat ini ASF menguasai pangsa pasar kredit kendaraan roda empat sebesar 25%. Sementara komposisi pembiayaannya adalah 30% pada mobil bekas dan sisanya mobil baru. (dro/qom)











































