Pada perdagangan Kamis (24/1/2008), rupiah dibuka kembali menguat ke 9.355/9.360 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.385 per dolar AS.
Penguatan rupiah sudah terjadi sejak kemarin, setelah Bank Sentral AS (The Fed) mengumumkan penurunan suku bunga 75 basis poin menjadi 3,5%. Sebelum pengumuman itu, pasar saham mengalami kejatuhan paling dalam dan rupiah sempat melemah mendekati level 9.500, tepatnya di 9.495 per dolar AS.
Pengumuman The Fed sekaligus melonggarkan tekanan atas rupiah. Selain itu, rupiah juga terbantu oleh turunnya harga minyak mentah dunia yang sempat mencapai US$ 88 per dolar AS. Turunnya harga minyak itu diharapkan mampu mengurangi permintaan valas dari Pertamina yang selama ini menjadi pendorong utama pelemahan rupiah.
Di pasar global, dolar AS tak bergerak atas euro setelah Bank Sentral Eropa menegaskan tak akan mengikuti langkah The Fed menurunkan suku bunga. Sementara dolar AS menguat atas yen ke posisi 106,76 yen, dibandingkan sebelumnya di 106,45 yen.
(qom/qom)











































