Consorsium menyewa 3 unit helikopter milik PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA)
senilai US$ 50 juta untuk 5 tahun.
Penandatanganan MoU dilangsungkan di kantor IATA, Halim Perdanakusuma, Jakarta,
Kamis (24/1/2008).
Hadir dalam kontrak kerjasama tersebut, Presiden Komisaris IATA Chappy Hakim,
Presiden Direktur IATA Roekman Prawirasasra, Vice President Development & Relations
ConocoPhilips Razief Fikri, Ana Asset Manager Premier Oil Jim Baber, dan Vice
President Operations Engineering Star Energy Asrin Haznam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
untuk 5 tahun, dengan nilai kira-kira US$ 49,9 juta," ujar Roekman.
IATA merupakan perusahaan alat angkut udara, yang bergerak di bidang penyewaan baik pesawat maupun helikopter. Helikopter tipe EC155B1 yang dimiliki IATA saat ini ada 6 unit.
"Jadi kita masih punya 3 unit lagi. Rencananya akan disewakan ke perusahaan lain.
Saat ini sedang dalam proses," ungkap Roekman.
Seluruh armada alat angkut yang dimiliki IATA saat ini berjumlah 22 unit, termasuk 3 helikopter yang baru saja disewakan pada West Natuna Consorsium.
"Dari seluruh armada tersebut, 16 unit untuk disewakan atau feeder angkut udara.
Sedangkan 6 unit lagi untuk rencana IATA menjadi perusahaan angkut udara reguler,"
ujar Direktur Keuangan IATA, Risman Tarigan.
Namun saat ini, IATA belum dapat menjadi perusahaan angkut udara reguler lantaran
belum mendapatkan izin dari Departemen Perhubungan.
Pada tahun 2007, revenue IATA sebesar Rp 219 milliar dan perkiraan net profit-nya
sebesar Rp 4,4 milliar. Sementara untuk tahun 2008, IATA menargetkan revenue sebesar Rp 330 milliar. (dro/ir)











































