Saham Krakatau Steel Bakal Dilepas Maksimal 40%

Saham Krakatau Steel Bakal Dilepas Maksimal 40%

- detikFinance
Kamis, 24 Jan 2008 16:50 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana melepas kepemilikan saham di PT Krakatau Steel melalui penawaran saham perdana (IPO) maksimal 40 persen.

Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2008).

"Tapi kalau dengan situasi sekarang kalau mau di-IPO saya rasa harganya sangat rendah," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu pemerintah menyiapkan opsi penjualan kepada investor strategis. Kalau opsi ini diambil pemerintah maka saham yang dilepas maksimal 15 persen.

"PT Krakatau Steel perlu investasi yang cukup besar karena dia kan punya kapasitas produksi 2,5 juta ton tapi tidak bisa maksimal kalau gak salah hanya 2,2 juta ton perlu investasi baru untuk maksimalkan produksi sehingga dia bisa menyerap pasar di dalam negeri," ujarnya.

Selain Krakatau Steel, pemerintah juga berencana melepas saham di BTN, BNI, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahtera Adiguna, PT Barata, Djakarta Llyod, PT Perkapalan Surabaya, PT Industri Perkapalan Makassar, PT Industri Kereta Api (Inka), PT Industri Sandang, PT Inti, PT Kertas Kraft, PT Rukindo, PTPN III, IV dan VII, PT Sarana Karya, PT Birama Karya, PT Sentra Karya, PT Waskita Karya, PT Yodya Karya, PT Dok Perkapalan Koja Bahari, PT Sucofindo, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Surveyor Indonesia, PT Adhi Karya, PT Rekayasa Industri, Kawasan Industri Medan, Semen Kupang, Industri Makassar, dan Kawasan Industri Wijaya Kusuma.
BUMN yang akan dilepas ini merupakan hasil dari rapat Komite Privatisasi yang dipimpin Menko Perekonomian tadi malam. Dan hari ini pemerintah meminta persetujuan DPR untuk proses privatisasi ini."Semua tujuan privatisasi adalah untuk mengembangkan BUMN bukan semata-mata ingin menjual aset negara, karena kita tahu di 2008, dividen yang diharapkan hanya Rp 1,5 triliun, jadi program privatisasi ini adalah untuk mengembangkan BUMN," ujarnya.Β  (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads