Berdasarkan data dalam keterbukaan informasi di BEI, Jakarta, Kamis (24/1/2008), harga CPO AALI pada 2006 sebesar Rp 3.552/kg. Di tahun 2007, harga CPO AALI meningkat 69% menjadi Rp 6.002/kg.
Total penjualan CPO AALI di tahun 2006 sebesar 914,69 ribu ton. Dengan demikian total nilai penjualan AALI di tahun 2006 sebesar Rp 3,25 trilliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara persentase volume ekspor CPO AALI pada tahun 2006 sebanyak 317,33 ribu ton atau setara dengan Rp 1,13 trilliun. Pada tahun 2007, volume ekspor AALI sebanyak 147,81 ribu ton, atau setara dengan Rp 887,2 juta. Dengan demikian nilai ekspor AALI turun 21,5%, dan volume penjualannya turun 53,4%.
Volume penjualan dalam negeri di 2006 sebanyak 597,35 ribu ton atau setara dengan Rp 2,12 trillun. Di 2007 penjualan dalam negeri sebanyak 710,01 ribu ton, atau setara dengan Rp 4,26 trilliun. Dengan demikian nilai penjualan dalam negerinya naik 100,9% dan volume penjualannya naik 18,9%.
Secara porsi, volume ekspor CPO AALI di tahun 2006 sebesar 34,7% dari total volume penjualan di tahun yang sama. Sementara pada tahun 2007, volume ekspor CPO AALI menjadi 17,2% dari total volume penjualan di tahun yang sama.
"Walaupun terjadi penurunan volume penjualan secara umum, baik ekspor maupun dalam negeri dari tahun 2006 ke 2007, namun harga CPO yang sedang naik, terutama harga di dalam negeri, menyebabkan perseroan dapat membukukan pertumbuhan net sales sebesar 58,5%," ujar Direktur AALI, Santosa. (dro/ir)










































