Sementara untuk pendapatan bersih perseroan, di tahun 2008 ini ditargetkan ada peningkatan sebesar 43,3 persen menjadi Rp 6 triliun dari pencapaian pendapatan perseroan di 2007 yang diperkirakan mencapai Rp 4,2 triliun.
Â
Direktur Utama Wika A. Sutjipto mengatakan target pertumbuhan laba ini bisa tercapai karena kemampuan permodalan perseroan menguat usai melakukan IPO di tahun 2007.
Â
"Alasan kedua, karena di tahun ini peluang kita lebih besar, akan ada peningkatan realisasi pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Dari pemerintah sendiri juga menggenjot hal ini sehingga kesempatannya lebih besar untuk mendapatkan banyak proyek," tuturnya kepada detikFinance usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2008).
Â
Selain itu guna memperkuat permodalan untuk mengerjakan proyek-proyek yang banyak terdapat di tahun ini, perseroan menyiapkan opsi untuk menerbitkan obligasi di tahun ini.
Â
"Tapi itu baru persiapan saja kalau memang diperlukan, kita hanya antisipasi karena dari hasil 40 persen IPO itu semuanya untuk investasi," ujarnya. (dnl/qom)











































