"Mekanisme penyelesaian hutang-hutang perseroan, akan dilakukan dengan pengalihan aset dan utang kepada PT Niaga," ujar Corporate Secretary ARTI, Ng Suminah, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (25/1/2008).
Sebagai langkah awal, PT Benjamin memberikan pinjaman senilai Rp 29,23 miliar untuk
melunasi utang yang dimiliki ARTI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mengenai penyelesaian utang kepada PT Benjamin senilai Rp 29,23 miliar tersebut, akan dilunasi oleh ARTI melalui sejumlah mekanisme antara lain debt to asset swap, debt to equity swap dan cash settlement yang didapat dari penjualan anak usaha ARTI kepada PT Benjamin.
Dengan diperolehnya pinjaman dari PT Benjamin, Suminah melanjutkan, maka sisa utang perseroan kepada Bank Niaga menjadi Rp 34,350 miliar. Rencananya, sisa utang tersebut akan dialihkan kepada PT Benjamin.
"Dengan pengalihan utang tersebut, akan memudahkan proses restrukturisasi dan proses pengalihan aset perseroan kepada PT Benjamin," jelas Suminah.
Terkait rencana restrukturisasi, Suminah mengatakan ARTI akan melakukan penggantian lini usaha dari bidang furnitur ke bidang energi dan infrastuktur. Langkah ini dilakukan menyusul semakin tidak kondusifnya pengembangan usaha di bidang tersebut. Dia menilai, kelangkaan bahan baku semakin menyulitkan perseroan untuk meningkatkan kinerja.
"Perseroan tengah menjajaki dengan beberapa perusahaan dari sektor yang lebih menjanjikan di masa mendatang seperti energi dan infrastruktur," ujar Suminah. (dro/ir)











































