Microsoft mengumumkan lonjakan laba hingga 81% pada tahun 2007. Pengumuman dari perusahaan raksasa itu membuat Wall Street kembali bergairah di awal perdagangan.
Para pemain saham di bursa utama dunia itu semakin semangat oleh rencana stimulus fiskal yang diumumkan oleh Presiden George Walker Bush.
Indeks Dow Jones pada perdagangan Jumat (25/1/2008) sembat menguat 63,73 poin sebelum akhirnya melemah lagi.
Namun Dow Jones akhirnya ditutup turun 171,44 poin (1,38%) ke level 12.207,17. Nasdaq juga melemah 34,72 poin (1,47%) ke level 2.362,20. Investor kembali melakukan profit taking karena menantikan sejumlah momen penting pada pekan depan, termasuk pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC).
Bursa saham memang menghadapi 'cobaan' selama pekan ini. Saat bursa saham AS libur pada Senin, 21 Januari memperingati hari Martin Luther King Jr, bursa-bursa saham Eropa dan Asia mengalami crash dengan angka penurunan yang terburuk sejak peristiwa 9/11.
Untuk menghindari kejatuhan bursa saham lanjutan, Bank Sentral AS (The Fed) membuat pertemuan darurat dan mengumumkan penurunan suku bunga 75 basis poin. Keputusan itu sangat mendadak, karena semestinya The Fed baru mengadakan pertemuan pada 29-30 Januari.
Keputusan The Fed itu memang mujarab untuk sesaat karena keesokannya bursa saham Asia dan Eropa langsung menguat. Sayangnya, keyakinan investor masih belum mantap. Bursa saham pun bergerak gamang.
(qom/qom)











































