Sehingga nantinya jumlah saham Polysindo setelah reverse stock adalah 2.376.907.938 lembar saham. Sedangkan saat ini harga jual saham perseroan masih sekitar Rp 50.
"Perseroan mengusulkan kepada beberapa pemegang saham retail untuk reverse stock agar dapat menjadikan saham yang beredar tidak terlalu besar," ujar Dirut Polysindo V. Ravi Shankar dalam suratnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dikutip, Sabtu (26/1/2008).
Polysindo sebelumnya mengungkapkan, reverse stock akan dilakukan untuk memperbaiki kinerja perseroan yang terus merugi. Rencananya,Β aksi korporasi itu baru akan dilakukan setelah restrukturisasi utang selesai.
Namun Ravi menjelaskan, restrukturisasi utang berjaminan kemungkinan tidak akan selesai dalam waktu yang diperkirakan.
Polysindo sebelumnya telah melakukan konversi utang menjadi saham atas utang-utang tidak berjaminan dengan menerbitkan saham seri C dengan nominal Rp 2. Jumlah saham yang tercatat di bursa mencapai 47.538.158.750. Dari jumlah tersebut, 4.449.328.827 saham belum diambil kreditor.
Sesuai dengan skema restrukturisasi utang berjaminan, perseroan akan mengeluarkan saham seri C sejumlah 40.340.241.250, sehingga secara total setelah restrukturisasi jumlah saham yang beredar mencapai 87.878.400.000.
"Perseroan berencana melakukan konsolidasi jumlah saham setelah selesainya restrukturisasi utang berjaminan. Tetapi sehubungan restrukturisasi utang berjaminan tidak selesai dalam waktu yang diperkirakan, maka reverse stok akan tetap dilakukan," jelas Ravi.
Ia menambahkan, reverse stock tidak akan mengurangi jumlah saham yang dikeluarkan dan tidak berpengaruh terhadap ekuitas maupun aset dan kewajiban perseroan. Sehingga kinerja Polysindo pun tidak terkena dampaknya.
(qom/qom)











































