"Perseroan memang telah mengusulkan rencana rights issue kurang lebih 20%," kata Corporate Secretary Kimia Farma, Endang Suyarti ZN dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/1/2008).
Sementara untuk pembentukan holding BUMN farmasi, Kimia Farma mengusulkan pola merger atau akuisisi. "Sampai saat ini belum ada persetujuan dari pemegang saham mayoritas dan masih dalam pembahasan di Komite Privatisasi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini perseroan belum menerima konfirmasi secara formal tentang opsi yang dipilih oleh pemerintah terkait rencana tersebut," kata Endang.
Untuk holding BUMN farmasi, kementerian BUMN menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Kresna Graha Sekurindo sebagai konsultannya. (ir/qom)










































