"Sebelum terhentinya produksi minyak di sumur SED 1A, Lapangan Sepanjang, total kontribusi hasil produksi dari sana sebesar 12% dari total produksi perseroan," ujar Dirut ENRG, Christian V Ponto, dalam keterbukaan informasi di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Selasa (29/1/2008).
Namun perseroan belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai pengaruh terhentinya produksi di sumur SED 1A terhadap harga saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
serta mempengaruhi saham perseroan," jelas Christian.
Sejauh ini, dampak yang bisa dipastikan adalah terhentinya realisasi penjualan minyak yang berasal dari lapangan sepanjang.
"Untuk sementara ini, terjadi penundaan realisasi penjualan minyak dari Lapangan Sepanjang," ujar Christian.
Lapangan Sepanjang merupakan salah satu sumber produksi minyak ENRG yang dibuka komersil pada Januari 2007 lalu. Kapasitas produksi di sumur SED 1A sebesar 9 ribu barel/hari. (dro/ir)










































