UKM Yang Go Public akan Diberi Diskon

UKM Yang Go Public akan Diberi Diskon

- detikFinance
Rabu, 30 Jan 2008 19:17 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana memberikan fasilitas berupa potongan harga jasa profesional bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin go public.

Demikian disampaikan Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah disela acara Workshop on Enhancing Finansial Accessibility for SME's, Capital Market and Finansial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK) with Japan International Cooperation Agency (JICA), di Hotel Intercontinnental, Jl. Sudirman, Jakarta, Rabu (30/1/2008).

"Salah satu kendala UKM yang ingin go public adalah biaya IPO yang tidak murah, karena harus membayar jasa akuntan publik, pengacara, notaris dan underwriter. Oleh karena itu harus ada kebijakan potongan harga bagi mereka," kata Erry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Erry menyatakan, proses memperoleh persetujuan potongan harga pada jasa-jasa tersebut bukan hal yang mudah.

"Karena mereka kan harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya secara profesional. Tapi disatu sisi, kalau biayanya murah kan banyak UKM yang bisa go public," usul Erry.

Erry menjelaskan, bahwa beberapa UKM yang sudah go public, pergerakan sahamnya cenderung tidak bergerak, bahkan diam. Salah satunya disebabkan sebagian besar emiten UKM merasa sudah tenang dengan memperoleh dana hasil IPO.

"Umumnya mereka tidak melakukan inovasi dan ekspansi untuk mengembangkan usahanya. Ini sebenarnya merugikan emiten terkait, dan membuat investor tidak terlalu tertarik dengan saham mereka. Oleh karena itu kami akan mencari sponsor untuk meningkatkan likuiditas saham UKM," tutur Erry.

Erry menilai, kurang aktifnya saham UKM karena ketidaksiapan UKM untuk go public. "Itu bisa dilihat dari tata kelola yang kurang, sehingga prospeknya juga terbatas," ujar Erry.

Oleh karena itu, Erry mengusulkan perlu dibuat berbagai perubahan mengenai peraturan UKM yang berniat go public.

Sementara sejak 2003 hingga 2007, BEI baru mencatat 7 UKM yang terdaftar. Emiten tersebut antara lain PT Okansa Capital Tbk, PT Hortus Danavest Tbk, PT Yulie Sekurindo Tbk, PT Sanex Qianjiang Motor Indonesia Tbk, PT Panca Global Securities Tbk, PT Okansa Persada Tbk dan PT Laguna Cipta Griya Tbk. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads