Saham Antam & Bumi Makin Panas

Bersaing Beli Herald

Saham Antam & Bumi Makin Panas

- detikFinance
Kamis, 31 Jan 2008 10:19 WIB
Jakarta - Dua emiten tambang PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bumi Resources Tbk tengah bersaing sengit memperebutkan Herald Resources, perusahaan tambang besi Australia. Saham dua emiten itu pun bergerak makin panas di lantai Bursa Efek Indonesia.

Perhatian pelaku pasar kini terfokus pada geliat dua emiten tersebut. Investor tebak-tebak buah manggis, meraba sampai setinggi apa dua emiten blue chip itu akan terbang.

Saham Antam dengan kode perdagangan ANTM pada perdagangan pukul 10.00 WIB, Kamis (31/1/2008) turun Rp 125 menjadi Rp 3.475 per saham. Sedangkan saham BUMI naik Rp 100 menjadi Rp 6.500.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk penawaran Herald Resources, Antam kini di atas angin karena harga penawarannya lebih tinggi ketimbang Bumi.

Antam yang menggandeng Shenzhen Zhongjin Lingnan Nonfemet Co Ltd (Zhongjin) menawar saham Herald Resources Limited seharga AUD 504,8 juta atau US$ 448,1 juta yang setara AUD 2,5 per saham. Sedangkan nilai tawaran Bumi AUD 455 juta atau AUD 2,25 per saham.

Manajemen Herald pun merekomendasikan untuk menerima tawaran Antam dan Zhongjin karena harganya yang lebih baik.

Tapi pelaku pasar melihat Bumi belum kalah. Bumi bisa saja menaikkan tawaran yang sama atau lebih tinggi hingga batas akhir penawaran 12 Februari 2008.

"Selama ini kalau soal pencarian dana Bumi lebih jago, dan dukungan keuangannya pun sangat kuat," kata Bona Tobing, analis dari Panin Sekuritas dalam perbincangannya dengan detikFinance, Kamis (31/1/2008).

Dalam hal pencarian dana, kata Bona, Bumi sudah sangat berpengalaman dibanding Antam. Apalagi kini kelompok Bakrie tengah punya banyak dana untuk program merger anak perusahaan oleh Bakrie & Brothers. Jika program merger internal kelompok Bakrie berjalan mulus, BNBR akan menguasai sekitar 35% saham Bumi.

Contoh kesuskesan Bumi antara lain adalah ketika mengakuisisi 100% saham Kaltim Prima Coal dari Rio Tinto dan BP Plc pada tahun 2003. Sedangkan Antam dinilai belum punya pengalaman pencarian dana yang hebat.

"Pasar masih melihat Bumi dan Antam masih akan jor-joran menawar Herald," ujar Bona.

Bona menilai, jika hari ini saham Bumi naik itu bukan semata faktor penawaran ke Herald tapi karena harga batubara sedang bagus. Sebaliknya saham Antam turun karena harga nikel yang sedang melemah.

Dia menyarankan untuk jangka pendek, sebaiknya investor melakukan trading untuk dua saham tersebut sampai ada kejelasan siapa jawara pembeli Herald.
Β  (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads