Penurunan bunga the Fed yang sebesar 0,5% menjadi 3% dan disetujuinya paket stimulus ekonomi Bush oleh senat AS ternyata tidak terlalu direspons berlebihan.
Meski sejumlah langkah penyelamatan ekonomi global telah dilakukan AS dan negara Eropa, pelaku pasar tetap melihat situasi saat ini belum waktu yang tepat untuk mengoleksi banyak saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 naik 4,811 poin (0,86%) ke posisi 564,318 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,603 poin (0,97%) ke level 476,969.
Perdagangan saham mencatat transaksi sebanyak 58.133 kali, dengan volume 4,483 miliar unit saham, senilai Rp 5,543 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 94 saham turun dan 69 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 9.150, Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 27.250, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.000, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 150 menjadi Rp 4.650 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 3.325. Β
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 500 menjadi Rp 28.300, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 menjadi Rp 11.400, dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 3.575.
(ir/qom)










































