Pasar Saham Andalkan Isu Lokal

Pasar Saham Andalkan Isu Lokal

- detikFinance
Selasa, 05 Feb 2008 08:09 WIB
Jakarta - Di tengah ketidakpastian pasar finansial AS dan global, pelaku pasar dalam negeri kini fokus pada isu-isu dari dalam negeri seperti perkiraan tingginya pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2007 dibanding triwulan sebelumnya.

Pelaku pasar juga akan melihat dampak pengenaan pajak progresif CPO maksimum 25% ke sektor perkebunan.

Di sisi lain masih lebarnya selisih bunga the Fed dengan SBI hingga 5% akan menjadi daya tarik investor asing masuk ke pasar modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan saham Selasa (5/2/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bisa positif. Namun demikian tingginya kenaikan IHSG Senin kemarin (4/2/2008) bisa memicu terjadinya aksi ambil untung.
      
Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (4/2/2008), IHSG naik 54,276 poin (2,05%) ke posisi 2.701,097.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Bhakti Securities

Kembali menguatnya harga komoditas serta positifnya bursa regional berhasil memicu kenaikan sejumlah saham-saham unggulan seperti saham sektor telekomunikasi, perkebunan dan pertambangan sehingga indeks pada perdagangan kemarin menguat sebesar 2% menjadi 2,701.

Indeks berhasil lepas dari kisaran level psikologis 2.700, namun untuk melanjutkan rallinya, indeks harus melampaui level resistance di kisaran 2.715. Sentimen regional masih menjadi penentu arah indeks dengan kisaran perdagangan 2.680-2.730

Optima Securites

Indeks akhirnya ditutup pada level psikologis 2.700 atau menguat 54 poin setelah selama seminggu konsolidasi dikisaran 2.600. Secara teknikal indeks mendekati pola golden cross setelah keluar dari zona oversold dan bakal rally menuju 2.800 lagi.

Pergerakan indeks saat ini akan lebih banyak dipengaruhi kondisi domestik atau emiten itu sendiri karena sepekan ini di AS relatif sepi terhadap data ekonomi. Lebarnya spread BI Rate dan Fed Fund Rate yang mencapai 5%, turunnya BBM industri sebesar 7,1%, menguatnya rupiah serta perkiraan bagusnya data GDP kuartal IV  yang akan dirilis Jumat minggu depan bakal menjadi katalis penguatan indeks.

Sementara itu pengenaan pajak progresif CPO maksimum 25% saat ini belum menjadi sentimen negatif bagi emiten perkebunan. Indeks hari ini diperkirakan bergerak masih menguat dikisaran 2.680-2.730 dengan saham pilihan INCO, ANTM, LSIP, BUMI dan PTBA.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads