3 Pabrik Baru Sierad Senilai Rp 200 M Hadir di 2008

3 Pabrik Baru Sierad Senilai Rp 200 M Hadir di 2008

- detikFinance
Selasa, 05 Feb 2008 15:43 WIB
Jakarta - PT Sierad Produce Tbk (SIPD), produsen pakan ternak berencana membangun tiga pabrik baru senilai Rp200 miliar. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

"Tahun ini kami akan bangun tiga pabrik baru di Magelang, Jawa Tengah dan diharapkan selesai pada awal tahun depan," kata Corporate Secretary SIPD, Elies Lestari Setiawan, saat dihubungi, Selasa (5/2/2008).

Elies mengatakan, sumber pembiayaan pembangunan ketiga pabrik tersebut akan didapat dari berbagai opsi, antara lain pinjaman bank dan kas internal perseroan.  

"Kita akan melakukan pinjaman dalam rupiah. Banknya bisa dari lokal ataupun asing," papar Elies.

Menurut Elies, dengan dibangunnya 3 pabrik baru tersebut perseroan menargetkan peningkatan produksi ayam ternak sebesar 420 ribu per minggu menjadi dua juta per minggu. Sementara untuk ayam petelur diharapkan dapat meningkat menjadi 300 ribu per minggu.

Dia juga mengungkapkan, peningkatan produksi itu didorong oleh program kemitraan yang dilaksanakan perseroan. Selain itu, lanjut dia,  kenaikan produksi juga dipicu dari meningkatnya penyerapan internal perseroan dari pakan ternak yang diproduksi.

Mengenai laporan keuangan, Elies mengatakan, pada kuartal III 2007 perseroan berhasil membukukan pendapatan sesuai dengan target sebesar Rp1,5 triliun dengan laba bersih Rp20 miliar.

"Tetapi itu baru perkiraan kasar, karena proses auditnya belum selesai," kata Elies.

Meski demikian diakuinya, pada kuartal IV 2007 akan terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.  Hal ini disebabkan sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat, seperti bencana alam hingga kondisi ekonomi makro.

"Kuartal IV 2007 kinerja kami banyak penurunan, antara lain kurs rupiah yang berantakan. Hal ini menyebabkan cost meningkat tetapi permintaan menurun," ungkap Elies.

Sementara di tahun 2008, perseroan menargetkan pendapatan dan laba benih dapat meningkat sebesar 60%.  Potensi peningkatan ini akan didapat dari peningkatan kapasitas produksi dan diperoleh dari sisa modal kerja tahun 2007 yang belum terpakai sebesar Rp225 miliar dari BNI.

(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads