"Kami optimis dengan adanya temuan kandungan minyak mentah disana berpotensi produksi 75.000 barel per hari," kata Direktur Pertumbuhan MEDC, Rashid Mangunkusumo, dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Selasa (5/2/2008).
MEDC, melalui anak perusahaannya International Ventures Limited (MIV), sejak 2005 telah melakukan eksplorasi di Blok 47. Verenex Energy Inc selaku operator pengeboran yang menjadi mitra kerja MIV telah melakukan pengeboran enam sumur eksplorasi new field wildcat dan dua sumur kajian.
Verenex menginformasikan adanya jebakan hidrokarbon dalam jumlah besar di sumur kajian A2-47/02 pada formasi Lower Acacus yang berlokasi di barat daya Blok 47.
Rashid mengatakan, enam sumur eksplorasi telah diuji jumlah agregat alirannya secara keseluruhan. Hasil pengujian ini mencatat potensi produksi minyak mentah di blok tersebut melebihi 75.000 bph. Sementara pengujian aliran untuk sumur ke tujuh baru saja diselesaikan. Hasilnya akan di publikasikan setelah mendapat persetujuan dari Libyan National Oil Company.
"Kami sangat gembira dengan laporan Verenex yang mengonfirmasikan potensi jebakan hidrokarbon yang besar pada sumur kajian A2-47/02. Rangkaian pengujian enam buah sumur eksplorasi dan dua sumur kajian terus membuahkan hasil yang positif. Kami dapat merencanakan tahap pengembangan di Area 47," ungkap Rashid.
Medco berharap potensi lebih besar bisa ditemukan pada tahun 2008 setelah hasil interpretasi dari seismic 3D di tahun 2007 dan tambahan seismic 2D yang sedang dilakukan. Selain itu, Verenex juga bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menilai sumberdaya yang sudah ditemukan dan prospektif di Blok 47. Penilaian ini sedang berlangsung untuk mendukung valuasi operator dan aplikasi komersial untuk fase produksi.
''Penilaian ini diharapkan dapat selesai pada akhir kwartal I 2008,'' kata Rashid.
Corporate Secretary MEDC, Cisca W. Alimin, mengatakan laporan kajian awal telah disampaikan kepada Area 47 Management Committe dan NOC untuk penemuan minyak di A1, B1, C1 dan D1-47/02. Laporan untuk E1 dan F1 masih dalam tahap persiapan. Penyelesaian program akan membuka jalan untuk permintaan komersil yang ditargetkan pada pertengahan 2008.
"Ini merupakan langkah awal untuk meningkat ke tahap pengembangan dari proyek," ujar Cisca.
Cisca menambahkan, operator telah mengeluarkan permintaan untuk tender Front End Engineering and Design (FEED) bagi saluran pengumpul, pipa minyak untuk ekspor, fasilitas processing untuk kebutuhan awal fase produksi, dimana diharapkan pada bulan Februari ini kontrak FEED dapat diberikan kepada kontraktor pemenang. Hasil dari pekerjaan FEED akan menjadi bagian dari commerciality application.
(dro/qom)











































