IHSG Terseret Arus Negatif

IHSG Terseret Arus Negatif

- detikFinance
Rabu, 06 Feb 2008 16:14 WIB
Jakarta - Pasar saham dalam negeri terseret pusaran negatif bursa global yang sedang anjlok menyusul meningkatnya kecemasan terhadap ancaman resesi ekonomi AS.

Investor melepas saham-saham unggulan yang bertepatan dengan libur panjang bursa saham menyambut Imlek. Penetapan BI Rate 8% tidak bisa membantu gelombang penurunan saham.Aksi ambil untung ini telah menggerogoti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada penutupan perdagangan saham Rabu (6/2/2008) turun tajam 65,160 poin (2,41%) ke posisi 2.639,087.

Indeks LQ-45 turun 16,021 poin (2,73%) menjadi 570,413 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 13,225 poin (2,62%) ke level 491,795.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdagangan hari ini mencatat transaksi sebanyak 61.560 kali, dengan volume 5,612 miliar unit saham, senilai Rp 5,308 triliun. Sebanyak 31 saham naik, 168 saham turun dan 39 saham stagnan.

Bursa Asia yang merosot antara lain, Hang Seng turun 5,4%, Nikkei turun 4,7%, Shanghai turun 1,55% dan STI Singapura turun 3,5%.

Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.050 menjadi Rp 25.550, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 700 menjadi Rp 12.000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 550 menjadi Rp 27.600, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.150, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 275 menjadi Rp 3.550 dan Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 9.750.

Sedangkan saham Elnusa dengan kode ELSA yang baru saja listing hari ini naik Rp 115 (28,75%) menjadi Rp 515.        

Sementara saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 250 menjadi Rp 7.450, Bank Internasional Indonesia (BNII) naik Rp 15 menjadi Rp 345, dan Multistrada Arah Sarana (MASA) naik Rp 10 menjadi Rp 250. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads