XL Siapkan Rp 6 Triliun untuk Bangun 3.000 BTS

XL Siapkan Rp 6 Triliun untuk Bangun 3.000 BTS

- detikFinance
Sabtu, 09 Feb 2008 13:56 WIB
Jakarta - PT Exelcomindo Tbk (XL) berencana untuk membangun 2.000-3.000 jaringan Base Transceiver Station(BTS) di seluruh Indonesia pada tahun ini. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp 6 triliun.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi kepada detikFinance usai diskusi "Polemik" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (9/2/2008).
 
"Biaya yang diperlukan untuk membangun tower-tower ini diperkirakan mencapai US$ 650 juta atau sekitar Rp 6 triliun," ujarnya.
 
Biaya tersebut dikatakan Hasnul akan didapat dari dana internal dan sebagian lagi melalui pinjaman atau penerbitan obligasi. "60 persennya diperkirakan akan diperoleh dari internal dan sisanya melalui pinjaman atau bond," katanya.
 
Hasnul juga mengatakan berkaitan dengan rencana pemerintah mengeluarkan aturan yang mengatur mengenai sharing tower antar operator seluler, XL mendukung hal tersebut.
 
"Kita lihat bahwa pembangunan tower menjadi satu cost bagi operator seluler, baik yang baru maupun yang lama," imbuhnya.
 
Dia juga melihat, makin lama tower sudah banyak merambah di berbagai daerah sehingga mengganggu lingkungan. "Oleh karena itu XL mempersilahkan untuk tower-nya bisa disewa dan dipakai bersama-sama," ujarnya.
 
Sampai saat ini Hasnul mengakui XL sudah menandatangani jalinan kerjasama dengan 4 operator seluler lain yang akan menggunakan tower yang dimiliki XL di seluruh Indonesia.
 
Ditambahkan Hasnul, operator seluler di Indonesia memang memerlukan banyak tower untuk meluaskan jaringan karena luasnya wilayah Indonesia. "11.000 tower yang telah kita bangun saja baru mencakup 80-85 persen untuk di Indonesia, padahal kita sudah menghabiskan biaya US$ 4 miliar," katanya.
 
Sebelumnya Dirjen Postel Basuki Jusuf Iskandar mengatakan pemerintah akan mengeluarkan aturan sharing tower guna mengurangi banyaknya pembangunan tower seluler yang dinilai merusak lingkungan.
 
"Jadi nanti akan diberikan waktu bagi para operator untuk mempersiapkan pelaksanaan aturan ini sebelum Peraturan Pemerintahnya keluar," jelas Basuki.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads