Pada perdagangan Senin (11/2/2008), rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.240/9.250 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.237 per dolar AS.
Rupiah diprediksi terus bergerak stabil di tengah permintaan dari importir minyak yang terus meningkat. Apalagi setelah libur panjang Imlek, investor akan mencari dolar untuk kebutuhan rutinnya. Sehingga permintaan valas akan menekan rupiah.
Namun perbedaan yang besar dengan Fed Fund Rate yang sebesar 3%Β membuat aset dalam rupiah masih dilirik. Capital inflow pun akan kembali mengalir.
(qom/qom)











































