"Untuk penjamin emisi lead oleh JP Morgan, tapi kami juga telah memanggil 10 underwriter untuk menjadi anggota konsorsium," kata Dirut Semen Gresik Dwi Sutjipto disela-sela acara BUMN Executive Club di kantor pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (13/2/2008).
Obligasi itu akan diterbitkan dalam mata uang dolar dan rupiah. "Kombinasi yang akan kita terbitkan dalam dolar dan rupiah, karean pendapatan kita kan rupiah, kalau dolar itu harus di-hedge," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk pembangunan power plant, saat ini perseroan tengah membuat dokumen-dokumen tender dan menetapkan mekanisme tender yang akan digunakan. "Kami berharap penyelesaian power plant dapat dilakukan sebelum 2011," katanya.
Tahun ini SMGR menargetkan pangsa pasar atau market share dalam negeri sebesar 45%. "Peningkatannya memang tidak terlalu signifikan, tapi volume bisa meningkat, tahun ini kami perkiraan demand seluruh Indonesia meningkat 6-7% dari permintaan semen tahun lalu yang sebesar 33-34 juta ton, untuk permintaan domestik," tutur Dwi.
Dwi memastikan pasokan semen dalam negeri masih cukup. Produksi Semen Gresik tahun ini sekitar 17-18 juta ton.
"Pokoknya suplai dalam negeri masih cukup, itu ada 47 juta ton total kapasitas produksi seluruh Indonesia, sementara kebutuhan dalam negeri 35 juta ton, jadi cukup," katanya.
Dwi juga menegaskan belum ada rencana kenaikan harga karena suplai semen sangat cukup sehingga tidak ada alasan produsen menaikkan harga semennya.
"Harga jual itu kan tergantung mekanisme pasar, suplai kita kan cukup besar janganlah harga ini bergejolak," ujarnya.
Kenaikan harga semen yang sempat terjadi di beberapa daerah tahun lalu, menurutnya hanya sesaat akibat gangguan transportasi karena cuaca yang tidak mendukung.
Untuk mengantisipasinya, SMGR akan mengamankan suplai semen di daerah-daerah yang jauh. "Kita minta pasar jangan paniklah kalau ada kenaikan, kita akan perbaiki transportasi," ucapnya.
(ir/qom)











































