Demikian disampaikan Assistant Vice President Moody's Indonesia, Joko Widodo, dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (13/2/2008).
"Dua proyek jalan tol CMNP di Surabaya dan selatan Jakarta yang sebagian besar didanai utang, akan membawa pelemahan pada profil keuangan CMNP. Oleh karena itu Moody', menurunkan prospek CMNP menjadi negatif," papar Joko.
Moody's memperkirakan, penambahan utang akan menambah rasio EBITDA menjadi sekitar 5-6 kali, dan akan memperkecil rasio FFO menjadi 10-15% pada dua tahun ke depan.
"Namun Moody's tetap mempertimbangkan penerimaan kas perusahaan yang kuat dan stabil dari proyek jalan tol JIUT," jelas Joko.
Moody's menyatakan akan menurunkan juga peringkat CMNP jika perseroan gagal mengimplementasikan ekspansi jalan tol sesuai rencana.
"Sebaliknya, prospek peringkat akan diubah ke stabil apabila dalam ekspansinya, CMNP mampu mempertahankan kuatnya kinerja keuangan perusahaan secara konsolidasi," ujar Joko.
Sebelumnya, CMNP memperoleh peringkat A1.id (Stable). Setelah diturunkan prospeknya, peringkat CMNP menjadi -A1.id. (dro/qom)











































