Bursa Saham Global Merekah

Bursa Saham Global Merekah

- detikFinance
Kamis, 14 Feb 2008 08:29 WIB
Jakarta - Pasar saham global mulai menghampiri lagi wilayah positif yang ditandai dengan merekahnya saham-saham di Wall Street. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kecipratan.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu waktu AS, (13/2/2008) indeks Dow Jones naik 178,83 poin (1,45%) ke posisi 12.543,79. Indeks Nasdaq naik 53,89 poin (2,32%) ke level 2.373,93 dan Standard & Poor's 500 naik 18,35 poin (1,36%) menjadi 1.367,21.

Kenaikan saham di Wall Street karena pasar terkejut dengan data penjualan ritel yang naik 0,3% di Januari 2008 yang menunjukkan aktivitas perdagangan AS masih berdenyut ditengah kekhawatiran resesi ekonomi AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham di Jepang Kamis pagi ini (14/2/2008) juga menggeliat di awal perdagangan dengan kenaikan indeks Nikkei 187,56 point (1,43%) ke level 13.255,88.
 
Sementara pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (13/2/2008) IHSG naik 18,711 poin (0,72%) ke posisi 2.610,781.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.


Panin Sekuritas

Kemarin IHSG bergerak fluktuatif, meskipun ditutup lebih tinggi dibandingkan hari Selasa akan tetapi secara intraday IHSG ditutup melemah dibandingkan pembukaan. Hari ini pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi pasar regional, yang menanti angka penjualan ritel AS. IHSG kami perkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.582-2.638.

Optima Securities


Indeks ditutup menguat 18 poin pada level 2.610 dan berhasil melewati resistance di 2.630 walaupun terkoreksi kembali. Secara tehnikal  resistance berikutnya di 2.650 dan tinggal menunggu momentum untuk menembus level tersebut.

Adanya rilis data neraca perdagangan dan pidato Ben Bernanke nanti malam bakal menjadi fokus investor sehingga bisa berimbas ke bursa regional dan domestik kembali melemah. Sementara itu rencana pemerintah mengenakan pajak final reksadana sebesar 0.05% bisa memberikan sentimen negatif ke bursa. Indeks hari ini diperkirakan melemah di level 2.590-2.640 dengan saham pilihan BUMI, ANTM, SMGR, BDMN, dan MEDC. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads