Pada perdagangan Senin (8/2/2008), rupiah dibuka menguat ke level 9.45/9.155 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.210 per dolar AS.
Menurut pengamat valas Farial Anwar, berbagai kasus yang menimpa BI tidak akan terlalu mempengaruhi pergerakan rupiah. Pelaku pasar sudah terbiasa dan yakin BI akan bekerja secara profesional.
"Gubernur BI yang dulu, Syahril Sabiri bahkan sampai masuk sel. Itu juga tidak berdampak ke kinerja rupiah," ujar Farial.
Yang menjadi sentimen utama saat ini justru semaki lebarnya jarak antara BI Rate dan Fed Fund Rate. Dengan selisih yang mencapai 500 basis poin, portofolio investasi dalam mata uang rupiah justru semakin menarik. (qom/qom)










































