Melalui akuisisi tersebut, KARK menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga 600% di 2008.
"Memang target laba kami tahun ini signifikan. Namun, kami optimis target tersebut tercapai. Pasalnya, selain akuisisi Risna Karya, tahun ini kami juga akan melakukan eksplorasi," ujar Presiden Direktur KARK, Sudiro Andi Wiguno, dalam paparan publik, di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin , Jakarta, Senin (18/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KARK menunjuk perusahaan asal Malaysia, Woodstar Jaya Sdn Bhd sebagai pembeli siaga. Hasil dana rights issue akan digunakan untuk akuisisi Risna Karya sebesar Rp 93 miliar (31%), kemudian Rp 130,2 miliar (43,4%) akan digunakan untuk pembelian kapal, tongkang, dan tugboat. Sisanya, Rp 76,869 miliar (25,6%) akan digunakan untuk modal kerja.
Sementara dengan mengakuisisi Risna Karya, KARK menargetkan mampu menggenjot pertumbuhan laba bersih hingga 600%, atau menjadi Rp 27,1 miliar.
Risna Karya adalah pemilik pertambangan batubara di Satui, Kalimantan Selatan. Saat ini Risna Karya memiliki kontrak penjualan batubara sebanyak 2 juta metrik ton kepada PT Indonesia Power hingga 2009.
"Risna Karya juga sedang mengajukan penawaran keikutsertaan tender pengadaan batubara medium calorie sebesar 500 ribu ton kepada PT Indonesia Power tahun ini," ujar Direktur Operasional KARK, Akhmad Irvan.
KARK juga berencana membeli 6-8 armada kapal tongkang tahun ini. Saat ini sedang dalam proses pengajuan kredit ke perbankan Rp 150 miliar.
"Kami belum bisa menyebutkan perbankan yang akan memberi pinjaman karena semua masih dalam proses. Saat ini kami belum memiliki kapal tongkang, untuk pengangkutan ekspor batubara ke China, kami menyewa vesel," ujar Irvan.
Sementara di 2008, KARK menargetkan produksi batubara hingga 200 ribu metrik ton/bulannya. Selain itu, KARK juga sedang membuat perikatan awal kontrak pengelolaan kapal kargo batubara yang diharapkan akan memberikan kontribusi laba sebelum pajak US$ 1,5 juta setiap tahunnya. (dro/ir)











































