Pada perdagangan Selasa (19/2/2008), rupiah dibuka menguat lagi ke level 9.143/9.148 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.165 per dolar AS.
Rupiah diprediksi akan terus menguat seiring besarnya jarak antara BI Rate dengan Fed Fund Rate yang mencapai 500 basis poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ancaman datang dari naiknya kembali harga minyak mentah dunia ke level US$ 95 per barel. Kenaikan kembali harga minyak mentah itu dapat meningkatkan permintaan dolar untuk impor BBM, yang pada akhirnya bisa menekan rupiah.
(qom/qom)











































