Dalam materi publik ekspose di Bursa Efek Indonesia, Selasa (19/2/2008), perusahaanΒ mengatakan tidak membagikan dividen dalam kurun waktu itu karena kondisi keuangan yang belum memungkinkan membagikan dividen hingga saat ini.
Zebra Nusantara yang berkantor pusat di Surabaya ini bergerak di bidang jasa transportasi darat dan pelayanan umum yang memiliki 1.650 unit taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski masih merugi, perseroan optimistis bisa mempertahankan operasional unit usahanya yang rata-rata mengoperasikan 420 unit taksi per hari. Jumlah taksi yang beroperasi relatif sedikit karena kondisi ekonomi makro yang belum menunjukkan perubahan sehingga jumlah operasional taksi disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat.
Perseroan pada 26 November 2007 telah menjalin kerja sama pembangunan Dry Port di kawasan Jababeka dengan menggunakan sarana angkut kereta api ke pelabuhan Tanjung Priok bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Kinerja keuangan perseroan tahun 2007 mencatat pendapatan bersih Rp 27,4 miliar turun 30% dibanding 2006 yang sebesar Rp 39,3 miliar. Penurunan pendapatan ini karena adanya penurunan pasokan BBG yang terjadi sejak musibah lumpur di Sidoarjo yang mengakibatkan waktu tempuh pasokan BBG ke perusahaan semakin panjang, sehingga menurunkan minat pengemudi untuk menjalankan taksi perusahaan.
Rugi bersih tahun 2007 juga sudah mulai turun menjadi Rp 8,2 miliar dibanding tahun 2006 sebesar Rp 9,4 miliar. (ir/qom)











































