Mitra Rajasa akan Terbitkan Obligasi Rp 600 Miliar

Mitra Rajasa akan Terbitkan Obligasi Rp 600 Miliar

- detikFinance
Selasa, 19 Feb 2008 11:55 WIB
Jakarta - PT Mitra Rajasa Tbk berencana menerbitkan obligasi maksimal Rp 600 miliar pada Mei 2008 yang bisa dilakukan dalam dolar dan rupiah. Obligasi ini untuk mendukung rencana perluasan usaha melalui akuisisi.

Mitra kini sekarang sedang mencari penjamin emisi (underwriter) untuk penerbitan obligasi ini. Demikian dikatakan oleh Dirut Mitra Rajasa, Beni Prananto, dalam jumpa pers usai RUPSLB di gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/2/2008).

"Perseroan sedang mengkaji kemungkinan mengambilalih perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan energi, perusahaan pelayaran dan mengoperasikan tanker, perusahaan yang bergerak di bidang jasa, pengeboran dan gas bumi, serta perusahaan yang bergerak di bidang yang sama," jelas Beni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beni mengatakan, selain mengakuisisi perseroan juga mengarahkan pada pembelian aset operasional yang mendukung usaha pengembangan perseroan. "Contohnya kita beli tankernya saja," katanya.

Beni mengatakan, intinya untuk akuisisi ini perusahaan yang akan diambil adalah yang fokus ke infrastruktur dan logistik. Akuisisi yang akan dilakukan itu bisa 1-2 perusahaan.

RUPSLB juga memutuskan untuk melakukan refinancing atas pinjaman anak usahanya yaitu Sabre System International (SSI).

"Refinancing ini dianggap perlu dilakukan karena pinjaman tersebut dikenakan bunga yang tinggi. Refinancing yanag dibutuhkan adalah untuk US$ 30,6 juta. Kita ingin mencari pinjaman bank dengan bunga di kisaran 5-7%," katanya.

Saat ini menurut Beni sudah ada pembicaraan dengan 3 bank asing dan lokal. "Tapi kita akan pakai satu saja, dan dalam waktu 1-1,5 bulan ini akan diputuskan," ujarnya.

RUPSLB juga memutuskan hasil rights issue yang telah dilakukan perseroan. Sebagian dananya untuk membangun FPSO 2 yaitu sebesar 10,2%, atau sekitar Rp 50 miliar. Karena itu perseroan juga berencana menggunakan dana hasil rights issue sebagai tambahan modal ke perusahaan.

Sementara Komisaris Utama perseroan, Tito Sulistio mengatakan, pada tahun ini perseroan menargetkan laba bersih Rp 77 miliar. Sedangkan pencapaian 2007 sebesar Rp 8,234 miliar dan 2006 sebesar Rp 1,2 miliar.

"Ini belum termasuk akuisisi dilakukan dan jika obligasi sukses," kata Tito.

Untuk pendapatan di tahun 2008 ditargetkan meningkat 80% menjadi Rp 320 miliar. Sedangkan tahun lalu pendapatan Rp 170,88 miliar dan tahun 2006 sebesar Rp 120 miliar.

"Peningkatan kinerja berasal dari kontrak yang didapatkan oleh anak usah kita (SSI) kepada Santos untuk kontrak penyewaan tanker, yang pendapatan per hari US$ 37,22," katanya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads