Namun lonjakan harga minyak itu justru memacu harga-harga saham komoditas sehingga membuat pergerakan bursa saham sangat volatile.
Seperti yang terjadi di bursa saham di Wall Street, yang sempat dibuka menguat, namun akhirnya ditutup menguat.Β Indeks Dow Jones ditutup menguat 90,04 poin (0,73%) ke level 12.427,26 dalam pergerakan yang sangat bergejolak.
Lonjakan harga minyak itu menurut para analis akan memberi tekanan pada inflasi AS. Dampak akhirnya, suku bunga bisa diturunkan kembali. Ekspektasi penurunan suku bunga itu lah yang ikut mengangkat pasar saham.
Hal senada terjadi di Bursa Saham Tokyo pada perdagangan Kamis (21/2/2008). Indeks Nikkei-225 dibuka naik 232,64 poin (1,75%) ke level 13.543,01.
Sentimen positif ditengah kenaikan harga minyak mentah dunia itu diharapkan akan mendorong pergerakan IHSG ke teritori positif setelah kemarin merosot hingga 22 poin. Saham-saham komoditas akan kembali menjadi idola.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Securities:
Naiknya harga minyak yang menembus US$100/barrel memicu melemahnya bursa regional dan menyulut sentimen negatif ke indeks sehingga turun 22 poin level ke 2.689. Pada umumnya setiap kenaikan harga minyak bakal menekan pertumbuhan ekonomi, menaikan biaya produksi dan mengurangi laba perusahaan.
Sementara itu harga CPO kembali naik dibursa Malaysia ke level Rm3.650/ton setelah permintaan minyak sayur dari China cenderung naik. Pergerakan indeks selanjutnya menunggu pergerakan regional dimana rilis data core CPI bakal menentukan arah Dow Jones. Indeks diperkirakan bergerak di kisaran 2.670-2.710 dengan saham pilihan: AALI, PGAS, MEDC, BBRI, dan LSIP. (qom/qom)











































