Polysindo Reverse Stock 1:20

Polysindo Reverse Stock 1:20

- detikFinance
Kamis, 21 Feb 2008 15:19 WIB
Jakarta - Pemegang saham PT Polysindo Eka Perkasa Tbk (POLY) akhirnya setuju melakukan penggabungan nilai nominal saham (reverse stock) dengan rasio 1:20 untuk memperbaiki kinerja perseroannya.

"Perubahan nilai nominal melalui pengurangan jumlah saham, kami maksudkan untuk mengembalikan jumlah saham yang beredar pada jumlah yang realistis dengan nilai perusahaan," ujar Direktur Utama Polysindo, V Ravi Shankar usai RUPSLB, di Mercantile Club, Wisma BCA, Jakarta, Kamis (21/2/2008).

Sebelum reverse stock jumlah saham perseroan yang beredar sekitar 247 miliar saham. Setelah reverse stock jumlah saham perseroan menjadi sekitar 12 miliar lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah reverse stock, komposisi saham POLY akan menjadi seri A 850 juta lembar dari 17.000.000.000 lembar. Seri B 7.333.031.040 lembar dari 146.660.620.800 lembar. Seri C 4.174.224.000 lembar dari 83.484.480.000 lembar.

Untuk saham seri A, nilai nominalnya akan menjadi Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 500. Saham seri B semula Rp 50 akan menjadi Rp 1.000, sedangkan seri C semula Rp 2 akan menjadi Rp 40.

Jumlah total lembar saham POLY akan menjadi 12.357.255.040 lembar dari sebelumnya 247.145.100.800 lembar, dengan Modal Dasar sebesar Rp 16 triliun.

Sementara untuk modal ditempatkan milik POLY yang sebesar Rp 2.283.247.477.000 akan terbagi atas 219.696.000 saham baru seri A, dan 2.157.211.925 saham seri C.

"Sedangkan restrukturisasi utang berjaminan (secured debt composition plan) masih dalam pembahasan baik oleh para kreditor berjaminan dan dengan perseroan," kata Ravi.

Damiano Pengendali Saham

Setelah reverse stock, Damiano BV, joint venture ADM Capital (Hongkong) dan Spinnaker Capital Group (London) tetap pemegang saham mayoritas sebesar 59.83 persen PT Polysindo Eka Perkasa (Poly) sejak tahun 2005.

"Sisanya sebesar 40,17 persen, kepemilikannya terbagi yaitu, saham seri A dimiliki  PT Multikarsa Investama sebesar 5,53 persen, dan masyarakat sebesar 3,71 persen, dan untuk seri C sebesar 21,86 persen, dimiliki oleh masyarakat. Sedangkan Jumlah saham seri C yang belum diambil sebesar 9,07 persen," jelas Ravi Shankar

Setelah reverse stock, komposisi saham POLY akan menjadi seri A 850 juta lembar dari 17.000.000.000 lembar. Seri B 7.333.031.040 lembar dari 146.660.620.800 lembar. Seri C 4.174.224.000 lembar dari 83.484.480.000 lembar.

Jumlah total lembar saham POLY akan menjadi 12.357.255.040 lembar dari sebelumnya 247.145.100.800 lembar, dengan Modal Dasar sebesar Rp 16 triliun.

"Saham-saham odd lot yang timbul akibat konversi ini akan diserap PT Trimegah Sekuritas selaku pembeli siaga (standby buyer) dengan mengacu pada harga penutupan tertinggi. Pembelian saham odd lot berlaku sejak 25-29 Februari 2008," ujar Ravi

Saham odd lot merupakan saham yang jumlahnya kurang dari satu lot atau 500 lembar.

Pada kesempatan tersebut Tunaryo, Corporate Secretary perusahaan Polysindo juga menjelaskan tuntutan pailit yang diajukan Babbington Developments Limited terhadap Polysindo di tolak Mahkamah Agung Republik Indonesia berdasarkan Putusan No.118K/Pdt.Sus/2007 tanggal 2 Januari 2008.

"Mahkamah Agung RI menolak permohonan kasasi Babbington untuk mempailitkan Polysindo karena tidak beralasan dan Babbington Developments Limited memang tidak terbukti sebagai kreditur dari Polysindo. Keputusan Mahkamah Agung RI ini merupakan hal yang ditunggu sekaligus kabar gembira bagi market Polysindo," tegas Tunaryo.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads