Β
Hal ini diutarakan oleh Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto dalam acara Media Workshop PT Semen Gresik (persero) Tbk, Bogor, Jumat Malam (22/2/200).
Β
"Tahun kita harapkan bisa plus-minus satu pada angka kisaran 44% market share penjualan," ujarnya.
Β
Untuk bisa mempertahankan pangsa pasar inim kata Soetjipto, maka diperlukan penambahan kapasitas produksi.
"Kalau market share dengan volume yang ingin tetap maka kapasitas produksi harus naik," harapnya. Sehingga dengan demikian stablitas harga bisa tetap baik karena diimbangi suplai yang cukup.
Β
Rencananya, hingga tahun 2012 Semen Gresik akan terus menambahkan kapasitas produksi. Sehingga ia menjamin hingga kurun waktu tersebut suplai terhadap konsumsi semen dalam negeri akan tetap aman.
Β
Sedangkan tahun ini sedang dilaksanakan pembangunan pabrik baru di Sulawesi dengan total investasi US$ 315 juta ditambah lagi pembangunan 10 unit pembangkit listrik yang mencapai 410 MW, sehingga akan ada penambahan kapasitas 2,5 juta ton.
Β
Upaya mempertahankan pangsa pasar ini bagian dari upaya semen Gresik grup untuk mencatatkan sebagai pemain semen yang permodalanya murni dari dalam negeri agar bisa bersaing dengan pemain semen global.
Β
"Semen Gresik satu-satunya pemodalannya murni dari dalam negeri, selain itu kita mau menunjukan bahwa BUMN tidak selamanya memiliki kondisi usaha yang tidak sehat," paparnya.
Β
Berikut ini beberapa produsen semen dalam negeri dengan kapasitas produksinya masing-masing, Semen Andalas mencapai 1,4 juta ton per tahun, Semen Padang 5,4 juta ton, Semen Baturaja 1,25 juta ton, Indocement 15,65 juta ton, Holcim 8,7 juta ton, Semen Gresik 8,2 juta ton, Semen Tonasa 3,5 juta ton, Semen Bosowa 1,8 juta ton dan Semen Kupang 0,57 juta ton.
Β
Total dari kapasitas produksi SGG mencapai 17,1 juta ton dengan market share kapasitas nasional mencapai 37,9%. (hen/qom)










































