Jakarta - Rupiah terus mengalami penguatan yang signifikan. Investor asing mulai masuk ke pasar modal Indonesia karena selisih bunga yang masih lebar dengan the Fed.
Pasar semakin antusias karena the Fed kemungkinan akan menurunkan lagi bunganya untuk menjaga ekonomi AS agar tak terjerembab. Sehingga selisih bunga dengan SBI kian lebar.
Alhasil, pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Selasa (26/2/2008) rupiah menguat 43 poin ke posisi 9.082 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mata uang Asia lainnya juga menguat terhadap dolar AS seperti, dolar Hongkong menguat 0,02%, yen Jepang menguat 0,16%, peso Filipina menguat 0,07%, dolar Singapura menguat 0,05% dan dolar Taiwan menguat 0,35%.
(ir/qom)