"Rencananya saham yang akan dilepas ke publik adalah dari pemegang saham mayoritas, Indocel Holding Sdn Bhd. Shareholder sudah menyetujui, namun kapan dan besarnya belum diputuskan," ujar GM Corporate Communication EXCL, Myra Junor, saat dihubungi detikFinance, Selasa (26/2/2008).
Saat ini komposisi kepemilikan saham di EXCL adalah Indocel Holding Sdn Bhd 67,02%, Khazanah Nasional Berhard 16,81%, ETISALAT 15,97% dan publik 0,23%.
Sebelumnya BEI telah meminta kepada perseroan agar meningkatkan porsi kepemilikan saham publik.
"Selambat-lambatnya penambahan saham akan dilakukan akhir tahun 2008 ini. Mudah-mudahan secepatnya. Kita sudah tunjuk advisor untuk menentukan mekanismenya, apakah melalui second IPO atau private placement," ujar Chief Executive EXCL, Hasnul Suhaimi.
Perkuat Jaringan di Indonesia Timur
XL juga berencana memperkuat jaringan di kawasan timur Indonesia dengan membangun sekitar 3000 BTS. Rencana tersebut telah dianggarkan sebesar 30% dari capex 2008 yang sebesar US$ 650 juta.
"Dari total capex 2008 yang sebesar US$ 650 juta, 30% akan digunakan untuk membangun 3000 BTS, terutama di kawasan timur Indonesia," ujar Myra.
Selain untuk membangun BTS, XL menganggarkan 70% capex 2008 untuk meningkatkan kapasitas jaringan di sekitar 2000 BTS dari total BTS yang dimiliki perseroan.
Sementara pendanaan capex, XL banyak memperoleh pinjaman bank seperti dari Bank Mandiri, BCA dan HSBC.
"Dari Mandiri ada sekitar Rp 4 triliun, tapi baru kita cairkan Rp 1,4 triliun. Jadi masih ada funding disana," ujar Hasnul.Selain untuk mendanai capex 2008, pinjaman dari beberapa bank tersebut juga akan digunakan untuk refinancing utang.
"Kebutuhan kita kan tidak hanya capex, tapi ada juga refinancing debt. Jadi kemungkinan masih akan cari external fund. Saat ini outstanding debt kita sebesar Rp 9,66 triliun. Kita sedang pelajari berapa yang akan di refinancing," ujar Hasnul.
XL juga sedang mengkaji kemungkinan penerbitan global bond.
"Saat ini sedang dikaji kemungkinan menerbitkan global bond. Namun jumlahnya belum ditentukan," ungkap Myra.
(dro/qom)











































