Indeks Saham Bergerak Variatif

Indeks Saham Bergerak Variatif

- detikFinance
Rabu, 27 Feb 2008 08:15 WIB
Jakarta - Pasar saham akan bergerak variatif karena sejumlah saham sudah memasuki area jenuh beli. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus berjuang ke teritori positif.IHSG pada perdagangan Rabu (27/2/2008), diprediksi masih akan diwarnai aksi ambil untung sejumlah saham. Tapi di sisi lain, investor juga akan mengalihkannya ke pembelian selektif.

Sementara indeks Nikkei pagi ini dibuka menguat 184,82 point (1,34%) ke posisi 14.009,54. Bursa di Wall Street mencatat pergerakan positif pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (26/2/2008) seperti Dow Jones naik 114,70 poin (0,91%) ke level 12.684,92, Nasdaq naik 17,51 poin (0,75%) ke level 2.344,99 dan S&P 500 naik 9,49 poin  (0,69%) ke posisi 1.381,29.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (26/2/2008) IHSG turun 12,990 poin (0,47%) ke posisi 2.738,872.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Kemarin IHSG mengalami penurunan ditandai oleh profit taking terhadap saham-saham yang selama ini menopang kenaikan indeks. Secara teknikal, beberapa indikator memang menunjukkan IHSG berada dalam area overbought. Kami perkirakan, di tengah ketidakpastian arah pasar regional, IHSG masih akan bergerak mixed pada hari ini dengan kisaran support-resistance 2.732-2.754.

Optima Securities

Setelah sempat menguat tajam di awal sesi perdagangan, indeks akhirnya melemah 12 poin di bawah 2.750 ke posisi 2.738 karena investor profit taking. Profit taking terjadi di sektor seperti mining karena telah mengalami kenaikan cukup tingggi. Sementara itu sektor properti justru naik karena laggards stock sehingga masih cukup murah untuk dikoleksi. Antisipasi pidato Ben Bernanke, Gubernur Bank Sentral AS nanti malam bakal menjadi fokus dan menambah volatilitas bursa di luar negeri. Indeks diperkirakan bergerak di level 2.720 - 2.760 dengan saham pilihan BBCA, PGAS, CTRA, TINS dan UNTR.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads