Penguatan Rupiah Sudah Waktunya

Penguatan Rupiah Sudah Waktunya

- detikFinance
Rabu, 27 Feb 2008 11:22 WIB
Jakarta - Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah seharusnya terjadi. Dolar AS saat ini mengalami pelemahan dibandingkan mata uang dunia lainnya, sehingga hal yang lumrah jika rupiah ikut menguat terhadap dolar.

Hal tersebut disampaikan pengamat valuta asing Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Rabu (27/2/2008).

"Selama ini kan rupiah anomali, pada saat mata uang asing lain menguat terhadap dolar AS, rupiah melemah, tapi sekarang rupiah sudah berada pada pada jalan yang benar, saat mata uang asing menguat terhadap dolar, rupiah ikut menguat," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdagangan valas hari ini hampir semua mata uang asing menguat dibanding dolar, euro hari ini menembus 1,5 per dolar AS. Mata uang dolar Hong Kong menguat 0,05 persen, rupee India menguat 0,29 persen, yen Jepang menguat 0,10 persen, won Korea 0,39 persen, dolar Singapura menguat 0,25 persen, dolar Selandia Baru menguat 0,27 persen terhadap dolar AS. Sementara rupiah pada pukul 11.00 WIB menguat 12 poin ke posisi 9.060 per dolar AS.

Sebelumnya, Farial menilai ada keanehan dalam nilai tukar rupiah, rupiah tidak seiring seirama dengan pergerakan mata uang lainnya terhadap dolar AS. Saat mata uang asing lain menguat terhadap dolar AS, rupiah malah tidak menguat, bahkan melemah.

Pelemahan dolar AS kali ini terjadi karena pelaku pasar melihat adanya potensi resesi yang berat di AS, dan kecenderungan harga ritel yang meningkat menimbulkan ekspektasi inflasi yang besar. Potensi itu menimbulkan ekspektasi bakal diturunkannya kembali suku bunga AS.

"Jadi ada dilematis ada penurunan suku bunga dengan kenaikan inflasi, kalau suku bunga tidak diturunkan maka problem subprime ini kapan selesai-selesainya," ujarnya.

Akibatnya, investor mulai mengalihkan pundinya ke portfolio investasi yang lebih memberikan keuntungan lebih seperti mata uang di kawasan negara emerging market seperti Selandia Baru dan Indonesia.

Perbedaan suku bunga yang lebar antara The Fed dan BI Rate juga memberikan keyakinan bagi pelaku pasarnya untuk menyimpan dananya di mata uang rupiah.
(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads