Rupiah Terus Menekan Dolar AS

Rupiah Terus Menekan Dolar AS

- detikFinance
Rabu, 27 Feb 2008 17:25 WIB
Jakarta - Mata uang rupiah kembali bersinar dan makin menekan dolar AS. Investor asing mulai mencari pasar yang aman untuk mengantisipasi ekonomi AS yang sedang melambat.

Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Rabu (27/2/2008) rupiah menguat 10 poin ke posisi 9.065 per dolar AS.

Rupiah mengikuti jejak mata uang regional yang berjaya terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong menguat 0,08%, rupee India menguat 0,19%, yen Jepang menguat 0,81%, won Korea menguat 0,65%, dolar Singapura menguat 0,53%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat valuta asing Farial Anwar menilai, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah seharusnya terjadi. Dolar AS saat ini mengalami pelemahan dibandingkan mata uang dunia lainnya, sehingga hal yang lumrah jika rupiah ikut menguat terhadap dolar.

"Selama ini kan rupiah anomali, pada saat mata uang asing lain menguat terhadap dolar AS, rupiah melemah, tapi sekarang rupiah sudah berada pada pada jalan yang benar, saat mata uang asing menguat terhadap dolar, rupiah ikut menguat," ujar Farial ketika dihubungi detikFinance, Rabu (27/2/2008)..

Pelemahan dolar AS kali ini terjadi karena pelaku pasar melihat adanya potensi resesi yang berat di AS, dan kecenderungan harga ritel yang meningkat menimbulkan ekspektasi inflasi yang besar. Potensi itu menimbulkan ekspektasi bakal diturunkannya kembali suku bunga AS.

"Jadi ada dilematis ada penurunan suku bunga dengan kenaikan inflasi, kalau suku bunga tidak diturunkan maka problem subprime ini kapan selesai-selesainya," ujarnya.

Akibatnya, investor mulai mengalihkan pundinya ke portfolio investasi yang lebih memberikan keuntungan lebih seperti mata uang di kawasan negara emerging market seperti Indonesia.

Perbedaan suku bunga yang lebar antara The Fed dan BI Rate juga memberikan keyakinan bagi pelaku pasarnya untuk menyimpan dananya di mata uang rupiah.

(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads