Pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Kamis (28/2/2008) rupiah ada di posisi 9.048 per dolar AS dan ditransaksikan dikisaran 9.045-9.051 per dolar AS.
Pelaku pasar memprediksi jika aksi ambil untung berlangsung rupiah bisa berbalik hingga ke 9.170 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pengamat pasar valas Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Rabu (27/2/2008) mengatakan, untuk mengkompensasi kenaikan harga minyak internasional yang tinggi, nilai mata uang rupiah harus dalam posisi yang kuat di bawah level 9.000/US$.
Menurutnya, Bank Indonesia harus merelakan rupiah terus menguat di bawah level 9.000 per dolar. Karena jika nilai tukar rupiah menguat maka pengeluaran beli BBM pun berkurang dari sisi kurs. Penguatan rupiah juga tidak akan terlalu memberatkan bagi para eksportir. (ir/ir)











































