Sedangkan penjualan bersih konsolidasi naik sebesar 32% yaitu dari Rp 13,72 triliun pada tahun 2006 menjadi Rp 18,17 triliun.
Demikian siaran pers laporan keuangan UNTR yang diumumkan perseroan, Kamis (28/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi laba bersih ini adalah berkat perbaikan laba kotor dan laba usaha baik di bidang distribusi alat berat maupun kontraktor penambangan, ditambah lagi dengan adanya kontribusi dari bisnis tambang batu bara.
Pada tingkat operasional, bisnis usaha distribusi alat berat perseroan melaporkan rekor tertinggi volume penjualan alat berat Komatsu di Indonesia, yaitu sebesar 3.454 unit atau naik 53% dibandingkan dengan penjualan 2.250 unit pada tahun 2006. Ini berkat pesatnya kebutuhan alat berat di seluruh sektor, khususnya pertambangan dan perkebunan.
Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, perseroan mampu meningkatkan pangsa pasar Komatsu di Indonesia hingga 49%. Sejalan dengan tingginya penjualan alat berat, pendapatan perseroan dari penjualan suku cadang dan layanan pemeliharaan alat juga mengalami peningkatan sebesar 46%.
Di sisi bisnis usaha kontraktor penambangan, Pama mencatat kenaikan produksi batu bara sebesar 28%, serta kenaikan volume pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 4%, atau dari 42,5 juta ton batu bara dan 339,7 juta bcm pemindahan tanah pada tahun 2006, menjadi 54,3 juta ton batu bara dan 354,3 juta bcm pemindahan tanah.
Pada bisnis usaha tambang batu bara, perseroan mencatat volume penjualan batu bara berkualitas tinggi sebesar 3,6 juta ton dari DEJ yang berlokasi di Rantau, Kalimantan Selatan.
Pada tanggal 1 November 2007,pPerseroan telah membagikan dividen interim 2007 dengan nilai total Rp 171 miliar, atau Rp 60 per saham. Sementara usulan dividen final akan diajukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan pada bulan Mei 2008 mendatang. (ir/qom)











































