Pendapatan bersih perseroan tahun 2007 mencapai Rp 70,183 triliun, meningkat 26% dibandingkan dengan Rp 55,709 triliun pada tahun 2006. Laba usaha naik 100%, yaitu dari Rp 4,243 triliun menjadi Rp 8,501 triliun.
"Kami bersyukur bahwa tahun 2007 berakhir dengan catatan yang menggembirakan bagi perseroan, di mana kinerja Grup Astra mencatat rekor sepanjang sejarah perseroan berdiri. Kami memperkirakan tahun 2008 cukup positif, seiring dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah," kata Presiden Direktur Astra Michael D. Ruslim dala siaran pers, Kamis (28/2/2008).
Bidang Otomotif
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, total penjualan mobil nasional sepanjang tahun 2007 adalah sebesar 434 ribu unit, naik 36% dibandingkan periode yang sama tahun 2006. Porsi penjualan mobil Grup Astra, yang terdiri dari enam merk (Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, Peugeot dan Nissan Diesel), meningkat 28% menjadi 223 ribu unit, meskipun pangsa pasar turun dari 55% menjadi 52%.
Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional sepanjang tahun 2007 meningkat 6% menjadi 4,7 juta unit dibanding periode yang sama tahun 2006. PT Astra Honda Motor (AHM) membukukan penjualan sepeda motor Honda sebanyak 2,1 juta unit, atau turun 9%, karena persaingan yang cukup ketat, sehingga pangsa pasar Honda turun dari 53% menjadi 46%.
PT Astra Otoparts Tbk (AOP), yang bergerak di bidang komponen kendaraan roda dua dan roda empat di mana 86,7% sahamnya dimiliki Astra, memperlihatkan kinerja yang membaik pula mengikuti kecenderungan positif terhadap pasar otomotif. Laba bersih AOP naik 61% menjadi Rp 455 miliar sepanjang tahun 2007.
Bidang Non Otomotif
Laba usaha dari Grup non-otomotif, yang terdiri dari Divisi Jasa Keuangan, Agribisnis dan Alat Berat meningkat 100% menjadi Rp 6,8 triliun.
Seiring dengan membaiknya penjualan di bidang otomotif, aktifitas Divisi Jasa Keuangan juga mengalami kenaikan. Total nilai pembiayaan PT Federal International Finance dan Astra Credit Companies meningkat 11% menjadi Rp 20,7 triliun.
Laba bersih PT Bank Permata Tbk, anak perusahaan yang 44,5% sahamnya dimiliki Astra, meningkat 60% menjadi Rp 499 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh meningkatnya net interest margin dan turunnya biaya operasi, pertumbuhan pinjaman sebesar 11% dan keuntungan dari penjualan marketable securities.
Laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), anak perusahan yang bergerak di bidang agribisnis (dengan kepemilikan saham 79,7%), meningkat 151% menjadi Rp 1,973 triliun.
Laba bersih PT United Tractors Tbk (UT), anak perusahaan yang bergerak di bidang alat berat (dengan kepemilikan saham 58,5%), mencapai Rp 1,493 triliun, meningkat 60% dibandingkan periode yang sama tahun 2006.
Usaha Astra di bidang teknologi informasi dan investasi di bidang infrastruktur memperlihatkan kinerja yang memuaskan. PAM Lyonnaise Jaya (dengan kepemilikan saham 30%) mempertahankan penjualan air sebanyak 130 juta meter kubik, sedangkan pengelola jalan tol, PT Marga Mandala Sakti, anak perusahaan Astratel dengan kepemilikan saham 34%, mencatat kenaikan sebesar 5% dalam volume lalu lintas.
(ir/qom)











































