Dooley yang bekerja di sebuah MF Global, berhasil menjebol perusahaan broker dunia itu setelah mencatat kerugian sebesar US$ 141,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,273 triliun dalam perdagangan bursa berjangka gandum.
Dooley diketahui berspekulasi dengan menggunakan akun pribadinya dalam perdagangan berjangka gandum di bursa komoditas Chicago Mercantile Exchange (CME). Ia melakukan transaksi yang melebihi batas otorisasinya namun mencatat kerugian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO MF Global Kevin Davis seperti dikutip AFP, Jumat (29/2/2008) mengatakan Dooley adalah seorang pialang berjangka yang berkantor di perwakilan Memphis, sebelah selatan dari negara bagian AS Tennessee.
"Ini jelas kejadian yang sangat buruk, tapi kami yakin ada penyimpangan dalam pengontrolan risiko, kami yakin telah memperbaiki hal ini. Ini insiden yang bisa diisolasi," ujarnya.
MF Global langsung mengubah sistem mereka agar kejadian serupa tak terulang lagi. MF Global pun harus menyisihkan dana untuk provisi guna menutup kerugian akibat ulah si Dooley itu.
MF Global juga berusaha meyakinkan klien-kliennya bahwa mereka tidak bermasalah meski mencatat kerugian akibat aksi Dooley itu. Meski Dooley membuat perusahaan rugi besar yakni sekitar 6 persen dari total modal, CME dalam pernyataannya mengatakan kondisi perusahaan itu masih bagus.
Kejadian MF Global ini terjadi beberapa bulan setelah bank Prancis Societe Generale dibobol oleh Jerome Kerviel hingga US$ 7,3 miliar. Kejadian itu juga memaksa Societe Generale harus menambah modalnya sekaligus menimbulkan keprihatinan soal manajemen risikonya.
(ddn/qom)











































