Laba Inco Meroket 2X Lipat

Laba Inco Meroket 2X Lipat

- detikFinance
Jumat, 29 Feb 2008 10:18 WIB
Jakarta - Kenaikan harga nikel dunia membuat laba bersih PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) melesat hingga 2 kali lipat selama tahun 2007.

Inco mencatat laba hingga US$ 1.173 juta atau sekitar Rp 10,557 triliun pada tahun 2007, atau meningkat dibandingkan laba bersih di tahun 2006 sebsar US$ 513,4 juta.

Sementara penjualan meningkat hingga 74% menjadi US$ 2.325,9 juta, dibandingkan penjualan tahun 2006 yang sebesar US$ 1.337,7 juta.

Produksi Inco juga mencatat rekor meski sempat diwarnai aksi pemogokan selama 11 hari pada November 2007. Inco mencapai penjualan 76.748 metrik ton Nikel dalam matte pada tahun 2007, dibandingkan 71.622 metrik ton produksi di tahun 2006.

"Produksi tahunan kami ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah produksi Inco dan melebihi rencana tahun 2007 yang sebesar 74.843 metrik ton," kata Presdir Inco, Arif Siregar dalam siaran persnya, Jumat (29/2/2008).

Menurut Arif, produksi tetap meningkat meski aksi pemogokan karyawan sempat mengurangi produksi hingga 2.300 metrik ton.

"Prestasi ini sebagai hasil dari kenaikan kadar nikel, meningkatnya ketersediaan energi untuk tanur listrik dan peningkatan efisiensi produksi," tambahnya.

Untuk harga realisasi rata-rata nikel dalam matte Inco mencapai US$ 23.816 per metrik ton selama triwulan IV-2008, yang berarti penurunan 4%. Sedangkan harga realisasi rata-rata nikel dalam matte Inco mencapai US$ 29.881 per metrik ton, atau berarti naik 63%.

Namun biaya produksi per unit selama tahun 2007 naik menjadi US$ 7.845 per metrik ton, atau naik dari tahun sebelumnya yang hanya US$ 6.902 per metrik ton.
"Strategis bisnis utama kami termasuk mengoptimalkan produksi dan meminimalkan biaya, untuk mengambil manfaat dari harga nikel yang kuat saat ini," ujarnya.Β  (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads