Proses IPO pun telah mendapatkan tanggal efektif dari Bapepam dengan no surat No.S-1253/BL/2008, tertanggal Jumat, 29 Februari 2008. Turunnya pernyataan efektif ini, masa penawaran saham untuk public akan digelar Senin –Rabu, (3 – 5 Maret ) pada harga saham perdana Rp 2.850.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BTPN, Paulus Wiranata dalam siaran pers, Minggu (2/3/2008).
"Kami telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam akhir pekan sehingga rencana melepas 267.960.220 lembar saham atau 28,39% dengan harga Rp 2.850 per lembar saham mulai diselenggarakan Senin ini," ujarnya.
Penetapan harga ini juga telah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan selaku wakil pemerintah sebagai salah satu pemegang saham BTPN.
Nantinya, seluruh dana IPO ini akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia karena 28,39% saham yang dilepas merupakan milik PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). CIMB-GK securities Indonesia dan BNI Securities telah ditunjuk sebagai lead underwriter untuk penawaran saham BTPN.
"Meskipun perolehan dana bukan untuk ekspansi Perseroan, kami yakin saham ini akan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed," katanya.
Paulus yakin pelepasan sahamnya akan mengalami oversubscribed karena didukung oleh kuatnya fundamental perseroan dan banyaknya minat dari investor asing untuk membeli saham ini. Dalam hasil roadshow penawaran saham ini ke luar negeri beberapa investor asing telah berminat terhadap saham ini, diantarnya berasal dari Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
"Tapi secara keseluruhan komposisi asing dan lokal akan ditentukan setelah masa penawaran ke publik berakhir pekan ini," ujarnya.
Hingga saat ini BTPN tetap fokus pada pelayanan perbankan kepada para pensiunan. Namun demikian, BTPN bermaksud untuk meningkatkan target nasabahnya antara lain pada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang diyakini oleh BTPN akan berdampak pada peningkatan daya saing BTPN dengan bank dan institusi keuangan lainnya secara lebih efektif.
Guna memperkuat performa BTPN, Paulus memaparkan beberapa strategi usaha BTPN yang meliputi pengembangan BTPN di segmen pelayanan perbankan kepada para pensiunan, pengembangan produk pendanaan, dan pengembangan segmen UMKM, serta pengembangan unit syariah.
(ddn/ddn)











































