Joki-joki yang umumnya berpakaian lusuh dan tidak mencerminkan seorang investor saham sama sekali tidak nampak dalam penawaran saham BTPN. Penawaran saham BTPN justru sepi karena mekanisme penawarannya tidak memungkinkan adanya joki-joki pemesan saham.
"Mekanisme penawaran kita kali ini mengharuskan investor memiliki subaccount terlebih dahulu, sehingga terdaftar dalam rekening efek di bursa. Jadi tidak memungkinkan adanya joki-joki pemesan saham," ujar Direktur PT CIMB-GK Securities Indonesia, Risna Muhti, disela-sela acara penawaran saham BTPN di Permata Bank, gedung Skyline, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (3/3/2008).
Masa penawaran saham BTPN berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini Senin (3/3/2008) hingga hari Rabu (5/3/2008).
"Tujuan kita menerapkan mekanisme ini agar kita dapat mengetahui porsi investor riil yang membeli saham. Kalau dengan mekanisme yang biasanya, kita tidak bisa mengetahui porsi investor yang sebenarnya, karena banyak investor memesan melalui joki-joki," ujar Direktur Utama Datindo Entrycom Biro Administrasi Efek, E Agung Setiawati.
Dalam penawaran umum perdana sahamnya ini, BTPN berencana melepas 28,39% sahamnya ke publik. Porsi saham yang akan dilepas tersebut, sebelumnya dimiliki oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang berada dibawah Departemen Keuangan RI.
Harga saham IPO BTPN ditawarkan seharga Rp 2.850/lembarnya. Target dana perolehannya sebesar Rp 763,68 miliar. Seluruh dana perolehan akan diserahkan pada Departemen Keuangan RI, BTPN tidak menerima dana hasil IPO.
"Hingga kemarin oversubscribe-nya sekitar 3 kali. Dari animonya kita perkirakan lebih dari 50% akan dimiliki oleh asing," ujar Risna.
(dro/qom)











































