Matahari Raih Penjualan 9,8 Triliun

Kinerja 2007

Matahari Raih Penjualan 9,8 Triliun

- detikFinance
Selasa, 04 Mar 2008 15:22 WIB
Jakarta - Perusahaan ritel, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kini menjadi bagian dari perusahaan US$ 1 miliar dengan pencapaian penjualan di tahun 2007 yang sebesar Rp 9,8 triliun.

Angka penjualan MPPA ini naik 15% dibanding perolehan tahun lalu yang sebesar Rp 8,487 triliun. Performa penjualan ini didukung oleh pertumbuhan yang solid atas kontribusi penjualan dari Matahari Department Store (MDS) dan Matahari Food Business (MFB).

Penjualan MDS meningkat menjadi Rp 5,0 triliun dari Rp 4,4 triliun di tahun sebelumnya, dimana penjualan store-like-store telah mencapai pertumbuhan sebesar 13,7% yang merupakan rekor tertinggi selama sejarah Matahari dan melampaui performa peritel lainnya di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MFB sebagai kontributor penjualan kedua terbesar, meraih total penjualan sebesar Rp 4,5 triliun didukung oleh pertumbuhan penjualan yang kuat sebesar 20,8% dari format gerai hipermarketnya.

Sedangkan laba bersih yang dicapai tahun 2007 sebesar Rp 180,191 miliar atau naik 12,27% dibanding tahun sebelumnya Rp 160,496 miliar.

"Bisnis kami telah mendemonstrasikan performa luar biasa dalam pertumbuhan pencapaian secara operasional dan finansial, hal ini membawa Matahari mencapai hasil finansial tahun 2007 sesuai dengan ekspektasi meskipun beroperasi di tengah lingkungan pasar yang tangguh dengan ketatnya kompetisi dan gejolak ekonomi yang disebabkan oleh krisis sub-prime mortgages," kata Presiden Direktur Matahari, Benjamin Mailool dalam siaran pers, Selasa (4/3/2008).

Sepanjang tahun 2007, Matahari telah meningkatkan jumlah gerainya di Indonesia menjadi 80 department stores, 36 hipermarket, 32 supermarket, 39 pusat kesehatan dan kecantikan serta lebih dari 90 pusat rekreasi keluarga di seluruh Indonesia di akhir 2007.

Total luas area ritel telah mencapai 853.423 m2 dari 808.586 m2 di tahun sebelumnya.
Pencapaian ini telah mengkonfirmasikan kekuatan domestik dan penetrasi pasar kami
sebagai peritel moderen terbesar di Indonesia.

"Memasuki tahun 2008, kami akan terus melanjutkan fase pertumbuhan bisnis kami melalui tahap ekspansi strategis berikutnya," kata Benjamin. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads