"Lonjakan permintaan bijih nikel dari China mendongkrak produksi kita, sehingga penjualan kita tumbuh 113% menjadi Rp 12,008 triliun di 2007," ujar Corporate Secretary ANTM, Bimo Budi Satriyo, saat dihubungi detikFinance, Selasa (4/3/2008).
Pada tahun 2007, produksi feronikel ANTM sebanyak 18,532 ton, dan produksi bijih nikel sebesar 7,112 juta weight metrik ton (wmt).
Pada tahun 2006, produksi bijih nikel ANTM sekitar 3 juta wmt, didominasi permintaan ke Jepang, dan Eropa. Namun pada 2007, terjadi lonjakan permintaan dari China.
"Pada 2006, kita hanya ekspor sedikit sekali ke China. Sebelum 2007, konsumen tradisional kita ke Jepang. Namun di 2007, terjadi lonjakan permintaan bijih nikel dari China, sekitar 49% dari total produksi bijih nikel 2007," ungkap Bimo.
Ekspor ke China, mengkontribusikan 63% dari total penjualan bijih nikel yang sebesar Rp 4,9 triliun. Dari volume produksi bijih nikel, ekspor ke China mengkontribusikan sebanyak 60%.
"Pertumbuhan total penjualan kita yang sebesar 113% terutama didorong lonjakan permintaan ke China. Pada tahun 2006, ketika ekspor ke China masih sedikit, penjualan sebesar Rp 5,629 triliun. Di 2007 menjadi Rp 12,008 triliun," ulas Bimo.
Sementara dari total nilai penjualan yang sebesar Rp 12,008 triliun, sekitar Rp 5,8 triliun di Feronikel, Rp 4,9 triliun di bijih nikel, Rp 1 triliun di Emas, dan Rp 130 miliar di Bauksit.
(dro/qom)











































