Menurut Dirut Adira, Stanley Setia Atmadja, kenaikan pembiayaan itu didukung oleh tren penurunan suku bunga kredit dan penguatan daya beli masyarakat yang dipengaruhi telah memudarnya dampak kenaikan harga BBM
"Sehingga kita menargetkan pembiayaan sebesar Rp 12,5 triliun tahun ini," ujarnya usai jumpa pers di hotel Four Season, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (5/3/2008).
Pada tahun 2007, Adira membukukan total pembiayaan sebesar Rp 10,578 triliun dengan laba bersih Rp 560 miliar. Nilai pembiayaan barunya sebesar 27,2%, sedangkan jumlah unit yang dibiayai tumbuh 29,7%.
"Target 2008, motor bekas tumbuh 10%, dan motor baru 65%. Sisanya mobil baru dan bekas," ujar Direktur Keuangan Adira, Hafid Hadeli.
Di tahun 2008 ini, Adira berencana menambah jumlah outletnya dari saat ini sebanyak 253 outlet menjadi 293 outlet. Capex untuk penambahan outlet ini diperkirakan sebesar Rp 40 miliar.
"Kalau capex 2008, sekitar 10% atau sekitar Rp 1,2 triliun diperoleh dari dana internal, sisanya 90% lagi dari joint financing dengan Danamon," ujar Hafid.
(dro/qom)
