Posisi nomor satu atau direktur utama BNBR, yang sejak Agustus 2002 dijabat oleh Bobby Gafur S Umar ikut tergeser dalam perombakan direksi itu.
Manajemen BNBR telah menginformasikan susunan direksi baru ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/3/2008) yang akan disahkan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BNBR 17 Maret 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok Nalinkant telah berseliweran di perusahaan Bakrie seperti menjadi komisaris utama PT Semesta Marga Raya (SMR) perusahaan infrastruktur jalan tol, komisaris PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), komisaris PT Bumi Resources Tbk, komisaris PT Energi Mega Persada Tbk.
Nantinya di barisan direksi BNBR yang baru terdapat Ari Saptari Hudaya, Dileep Srivastava, Yuanita Rohali dan Juliandus A Lumban Tobing.
Sementara Bobby bergeser menjadi wakil komisaris utama. Kedudukan komisaris utama tetap dipegang Irwan Sjarkawi. Komisaris Mohammad Amrin Yamin serta dua komisaris independen Setio Anggoro Dewo dan Mohammad Ikhsan. BNBR kini sedang menyiapkan diri menjadi pemegang saham mayoritas di tiga perusahaan kelompok Bakrie usai melakukan akuisisi internal.
Ketiga perusahaan yang akan diakuisisi itu adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang akan menguasai hingga 35% saham dengan nilai akuisisi Rp 36,9 triliun.
Akuisisi 40% saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) senilai Rp 7,2 triliun. Serta akuisisi 40% saham PT Bakrieland Develpoment (ELTY) senilai Rp 4,3 triliun.
Total dana yang disiapkan BNBR untuk akuisisi ini mencapai Rp 48,8 triliun. Dananya berasal dari rights issue yang selanjutnya melakukan reverse stock, kemudian waran dan pinjaman.
Setelah melakukan transformasi tersebut BNBR akan menjadi perusahaan yang memiliki aset di anak-anak usahanya yakni, batubara 60%, energi (minyak dan gas) 12%, perkebunan 8%, properti 7%, telekomunikasi 6%, dan infrastruktur 5%. (ir/qom)











































