Indeks Dow Jones Anjlok Hingga di Bawah Level 12.000

Indeks Dow Jones Anjlok Hingga di Bawah Level 12.000

- detikFinance
Sabtu, 08 Mar 2008 10:21 WIB
New York - Indeks Dow Jones di bursa Wall Street kembali anjlok hingga di bawah level 12.000, atau yang terburuk dalam 17 bulan terakhir.

Pelemahan Wall Street terjadi setelah keluarnya data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan jumlah PHK mencapai 63.000 pada Februari. Angka itu merupakan PHK yang tertinggi dalam 5 tahun.

Pada perdagangan Jumat (7/3/2008), indeks Dow Jones tercatat merosot hingga 145,23 poin (1,21%) kelevel 11.893,69. Level tersebut merupakan yang terburuk sejak 11 Oktober 2006.

Sedangkan indeks Nasdaq ditutup merosot 8,01 poin (0,36%) ke level 2.212,49 dan Standard & Poor's merosot 10,97 poin (0,84%) ke level 1.293,37.

Para pialang menuding data tersebut sebagai salah satu pemicu yang kian mengarahkan ke bukti pelemahan ekonomi AS. Mereka kian percaya bahwa perekonomian AS kini sedang diambang resesi, meski para ekonom sebagian membantahnya.

"Laporan terbaru (soal angka PHK) itu menunjukkan bahwa resesi sudah terlihat,"ujar Avery Shenfeld, analis senior dari CIBC World Markets, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (8/3/2008).

Pasar saham pun kian terpuruk. Dalam beberapa bulan terakhir, pasar memberi respons yang sangat buruk atas kondisi yang terjadi di sektor kredit AS dan juga melonjaknya harga minyak.

Apalagi keluarnya data pengangguran yang diperkirakan semakin memperburuk kondisi kredit macet di AS. Memburuknya sektor tenaga kerja AS itu semakin diperburuk oleh komentar Presiden AS George Walker Bush.

"Kehilangan pekerjaan adalah menyakitkan dan saya tahu masyarakat Amerika prihatin dengan kondisi perekonomian, demikian pula saya," ujarnya

Dalam rangka mendongkrak kepercayaan pasar, Bank Sentral AS (the Fed) hanya beberapa saat sebelum pasar dibuka mengumumkan akan menggelontorkan likuiditas hingga US$ 200 miliar. Dana itu akan disuntikkkan ke sektor perbankan melalui rangkaian lelang dan program pinjaman.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads