Kerjasama antara HIPMI dan BPUI itu ditandatangani di hotel Grand Kemang, Jl Kemang Raya, Jakarta, Senin (10/3/2008).
Wujud kerjasama tersebut adalah dengan diadakannya riset bertema Alternatif Pembiayaan Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia melalui Pasar Modal. Rencananya, riset akan ditangani oleh Centre for Finance, Investment and Securities Law (CFISEL).
"Dalam 6 bulan ke depan, solusi permanen dapat kita persembahkan, terutama mengenai bagaimana sektor UKM bisa masuk pasar modal," ujar ketua BPP HIPMI, Sandiaga Uno.
Presiden Direktur BPUI, Boyke W Mukijat mengungkapkan, dana pihak ketiga (DPK) di perbankan nasional yang mengendap mencapai lebih dari 40%. Padahal suku bunga terus menunjukkan tren menurun.
Oleh karena itu, untuk menciptakan investing society, solusi yang tepat harus segera diberikan," ujarnya.
Berdasarkan data, sekitar 1700 dari 40 juta UKM, berpotensi untuk masuk ke pasar modal. Sementara sekitar 95% dari 30 ribu anggota HIPMI, aktif di sektor UKM.
"Sehingga sangat penting bagi HIPMI untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Research akan dilakukan oleh CFISEL, tapi kita akan memberikan feedback-feedback dari anggota-anggota kita yang ikut dalam research," ujar Sandiaga.
Selama ini, Sandiaga menambahkan, masih banyak hambatan bagi UKM baik yang sudah masuk pasar modal maupun yang ingin masuk pasar modal.
"Hambatannya antara lain: cost yang mahal, kurangnya pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola perusahaan terbuka, dan sebagainya. Semoga, dengan penelitian ini, dalam 6 bulan ke depan dapat dirumuskan suatu regulasi yang dapat menjembatani sektor UKM dan pasar modal," ulas Uno. (dro/qom)











































